OSOFAGUS

Rabu, 14 Maret 2012

Pantry ala country american

Desain country memang sulit dalam memadupadankan dalam suatu ruang, apalagi di negara tropis ini. Hal itu sah-sah saja bila mengadaptasi gaya tersebut. Paduan pantry country america tidak terlalu merubah citra tropis di negara kita. Seakan kita terbawa film-film koboi yang menunjukkkan kegarangan America. Tidak sengaja tercipta pantry semi country America dengan memberikan aksen kotak untuk bagian tirai yang di letakkan di jendela. Point utama tentunya terdapat di perabot, dimana cover finishing pantry menggunakan finishing warna-warna pastel. Desain-desain American sering menunjukkan sisi polos, namun beberapa alternatif dapat dicoba dengan kayu-kayu kayu symbio yang menunjukkan tekxtur kayu dengan guratannya. Penempatan pencahayaan yang tepat dapat terlihat lebih natural, seakan klasik natural dengan suasana semi countrynya. Menguatkan citra modern tentunya tidak harus dipadu dengan kayu saja, bisa dipadukan dengan kaca. Penggunaaan kaca tetap sebagai aksen perabot, agar country masih terasa.


Jika tidak menyukai nuansa natural dalam penggunaan materialnya dapat menggunakan kayu berjenis HPL,  namun hal ini dapat mengurangi nilai country tersebut.Tetap menjadi alternatif bagi anda yang memang menyukai hal yang terkesan ramai.

designed by: marda-vitelli sby

Selasa, 13 Maret 2012

Mengcreat pantry dalam nuansa alam pesona rumah bali

Desain tidak bisa lepas dari citra pemilik yang menginginkan hasil desainnya. Seorang klien menginginkan rumah yang adaptif  selaras dengan nuansa bali yang diinginkan. Desain yang dibuat menaruh sentuhan kayu di island dan top table yang dibuat tumpang. Desain vanity menggabungkan dengan nuansa alam berupa pemakaian material seperti batu alam putih/batu kapur. Terkesan tetap modern, pilihan kaca menggunakan warna brown sebagai penyearas tampilannya. Beberapa alternatif dapat menjadi pilihan yang tepat, entah pemilihan cover atau nuansa yang diinginkan agar tetap adaptif serta selaras dengan nuansa bali.
salah satunya dengan mozaik tile yang digunakan sebagai unsur etnik pada ruangan. Cover kayu mengurangi monoton ruang, juga menampilkan perbedaan dengan base unit yang menggunakan kayu finishing warna pastel.



designed by: marda-vitelli sby

Kamis, 28 April 2011

Dunia Baru

isapan jempol
bercermin..terdiktator
berkelana dalam mimpi
menumpuk
membaur
berarak hilang lenyap \
tanah
air berhimpun satu kekuatan
dalam sakral rasa tanpa puing-puing ketamakan
lenyap dan hilang memakan bebatuan

JANGAN INJAK RUMPUT!!!

Tata lansekap sangat mengiyakan judul tersebut, jangan injak rumput. Entah saya yang kurang paham atau menilai situasi secara intuisi. Perancangan lansekap dengan penggunaan perkerasan sebagai sirkulasi bagi pengguna untuk mempermudah aksebilitasnya, namun tanaman khususnya didaerah urban atau perkotaan  menjadi street funiture, dalam perlajaran urban planing terdapat bahasan analisis street funiture. Padahal tanaman mungkin kalau bisa berkata " saya tidak mau jadi pajangan", tanaman ingin disentuh, dirawat, disiram dengan tangan manusia. Jika benar perkerasaan mempermudah aksebilitas, pelajaran apa yang bisa dipetik. Sikap tersebut membuat perilaku manusia enggan menyentuh tanaman, mereka benci. Mengapa tidak boleh diinjak,dipegang ataupun dipetik. Apa hanya karena faktor biaya? pertanyaan ini yang membuat saya aberpikir, gara-gara slogan ini masyarakat enggan menghijaukan rumahnya bahkan ilegal logging?( hipotesisi awal). Masyarakat terdoktrin kata-kata tersebut, tanaman bukan mainan. Melainkan tanaman itu sombong tidak mau bersahabat. 

Kecenderungan perilaku dikawasan urban, taman menaungi aktivitas kaum margin, jalanan, pedagang keliling,dan lainnya. Padahal taman untuk semua, tanaman tidak pilih-pilih teman. Mereka mau bersahabat dengan siapapun. Dipusat perbelanjaan rumput atau taman dengan penataan yang bagus dan rapi  menjadi indikasi status sosial, banyak sopir dan pembantu juragannya beristirahat menunggu belanjaan diluar bangunan sambil bersantai, tidur-tiduran, dan duduk. Setiap orang yang melihat, merasa orang ini tidak berpendidikannya " Bukannya rumput itu tidak boleh diperlakukan seperti itu". Mungkin gengsi bila menginjak rumput atau menempel, apa dosa manusia berdekatan dengan rumput, duduk diatasnya? beralih " kan sudah dibuat jalurnya" sebenarnya jalur itu untuk siapa? atau pengguna yang merasa berpendidikan? Kemajuan negara tidak dilhat dari sisi lansekap, apa gara-gara taman kota Eropa, masyarakatnya menghargai tanaman dengan cara tersebut. apa kita lantas mayarakat tropis, masyarakat Indonesia juga mengiyakan saja? Indonesia tidak perlu mencontoh Eropa. Salahkah jika desain lansekap tanpa jalur perkerasan? apa salahnya jika jalur perkerasan meggunakan rumput atau tanah tanpa paving blok. Terlihat penegasan  ruang tanpa batasan antara manusia dan rumput atau tanaman, tidak ada lagi kelas-kelas antara penginjak rumput dan tidak menginjaknya. Taman menjadi bagaian dari kaum jalanan untuk merasakan kesejukan dunia, apa pelajaran lansekao membuat kita menjadi manusia baja?. Saya ingin menginjak rumput tanpa lagi ada batasan. Saya telah terdoktrin, teori lansekap dari barat. 


 nantinya disamakan hewan kah manusia jika menginjak rumput..hewan saja akan asing dengan perkerasaan..Mengapa manusia bersikap mengasingkan diri???/ :D

saya kangen embun diatas rumput, saya kangen menginjak rumput yang basah dan bau rumput
saya kangennnnnnnnnnnnnnnnnnn

Selasa, 26 April 2011

ARTIKEL REPOST

rublik artikel hasil repost yang didaur ulang ..













selamat membaca

Home Design

CIRCLE BUILDING - HOME
ISU global akan pemanasan global, memunculkan ide berwawasan lingkungan. mencoba bentuk rumah elips berbahan material bambu. mengekspos potensi alam dalam maksimal pencahayaan,penghawaan, dan ekonomis bahan bangunan. 






Desain dapat dilihat dimajalah renovasi edisi 23 ...sebagai rumah modern untuk masa depan menuangkan ide dalam kompensasi energi . 

Membawa RMZ Team menuju sepuluh besar....


INTERIOR KANTOR

Konsep kantor berangkat dari niali-nilai arsitektur rumah tradisional Jawa, mengajak pengguna merasakan rumah dikantor dengan bahan alami, niali lokalitas, dan transisi ruang yang  simetri. 

 . 

Berikut perspektif ruang-ruang yang dihasilkan: